BANDAR LAMPUNG — Kecepatan angin yang bertiup dari arah timur hingga tenggara tercatat antara 5 hingga 15 knot, dengan hembusan yang dapat mencapai 20 hingga 24 knot di perairan barat. Kondisi ini memicu ketinggian gelombang yang signifikan, berbeda jauh dengan wilayah perairan timur yang masih relatif aman.
BMKG Maritim menegaskan bahwa tinggi gelombang 3,1 hingga 3,7 meter masuk dalam kategori berbahaya bagi moda transportasi laut berukuran kecil hingga sedang. Para operator kapal dan nelayan diimbau untuk menunda pelayaran sementara waktu atau secara rutin memantau pembaruan informasi cuaca dari kanal resmi BMKG sebelum beraktivitas.
Berbeda dengan wilayah barat, perairan timur Lampung, Teluk Lampung, dan Selat Sunda bagian utara justru diprakirakan kondusif untuk pelayaran serta penangkapan ikan. Gelombang di kawasan tersebut berada pada kategori rendah hingga sedang, sehingga aktivitas masyarakat pesisir masih dapat berjalan normal.
Suhu udara di wilayah perairan Lampung hari ini berkisar antara 26 hingga 28 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara mencapai 79 hingga 85 persen. Sementara itu, arus permukaan umumnya bergerak mengarah ke tenggara dengan kecepatan 1,0 hingga 1,4 knot.
Hembusan angin yang mencapai 24 knot di perairan barat menjadi perhatian utama bagi aktivitas logistik. Tongkang pengangkut batu bara dan kapal barang yang kerap melintasi rute menuju Samudra Hindia dinilai paling rentan terhadap terjangan gelombang tinggi dan angin kencang.
Potensi cuaca ekstrem ini diperkirakan berlangsung sepanjang hari. Nelayan yang biasa melaut dari pesisir barat Lampung, seperti kawasan Krui dan sekitarnya, disarankan untuk tidak memaksakan diri melaut hingga kondisi cuaca dinyatakan membaik oleh otoritas meteorologi.
BMKG Maritim mengingatkan bahwa kecepatan angin di atas 15 knot dengan tinggi gelombang melebihi 1,25 meter sudah berisiko bagi perahu nelayan. Sementara untuk tongkang dan kapal penumpang sedang, ambang batas aman angin adalah 16 knot dengan gelombang maksimal 1,5 meter.
Masyarakat pesisir yang membutuhkan informasi terkini dapat mengakses laman resmi BMKG atau menghubungi kantor maritim terdekat. Pemantauan secara berkala sangat disarankan mengingat dinamika cuaca di perairan barat Sumatera dapat berubah dengan cepat dalam hitungan jam.