Pelindo Siapkan Jaringan Logistik Anyar, Ajak Perusahaan Pelayaran Ikut Bangun Ekosistem Terpadu

Penulis: Ferdian Syah  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:57:01 WIB
Pelindo menggelar forum di Makassar untuk membahas integrasi jaringan logistik bersama perusahaan pelayaran.

LAMPUNG — Forum di Makassar itu bukan sekadar seremoni. Pelindo ingin memastikan program transformasi yang dicanangkan tahun ini benar-benar menjawab kebutuhan pelaku usaha di lapangan, terutama soal ketimpangan arus muatan atau imbalance cargo yang kerap membuat biaya pengiriman barang antarpulau membengkak.

Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, menyebut PINP dirancang untuk menyatukan jaringan pelayaran yang selama ini berjalan sendiri-sendiri. "Kolaborasi merupakan kunci untuk menciptakan jaringan logistik yang lebih andal," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Makassar.

Mengapa Skema Ini Penting untuk Harga Barang

Masalah utama logistik Indonesia selama ini adalah ketidakseimbangan muatan. Kapal sering berangkat penuh dari Jawa ke timur, tapi pulang dalam keadaan kosong. Akibatnya, biaya operasional ditanggung satu arah dan ujung-ujungnya membebani harga barang di konsumen.

Melalui PINP, Pelindo mencoba merombak pola ini. Sistem jaringan pelayaran yang terintegrasi akan dipadukan dengan konsolidasi muatan, kepastian jadwal kapal, dan skema insentif bagi perusahaan pelayaran yang berhasil menaikkan koefisien muat. Pendekatan ini diharapkan membuat perjalanan kapal lebih efisien, baik saat berangkat maupun kembali.

Sejumlah pemain besar pelayaran nasional sudah diajak bicara, di antaranya PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), PT Tanto Intim Line, PT Meratus Line, dan SITC. Kehadiran mereka dalam diskusi tertutup itu menjadi sinyal bahwa industri menginginkan perubahan nyata, bukan sekadar wacana.

Peran Kunci Wilayah Timur Indonesia

Executive Director Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menegaskan wilayah timur Indonesia bukan sekadar pasar bagi program ini. "Pelindo Regional 4 siap menjadi mitra strategis bagi seluruh pengguna jasa dalam mengimplementasikan berbagai inisiatif transformasi yang sedang dijalankan perusahaan," katanya.

Makassar dipilih sebagai lokasi diskusi karena posisinya yang strategis sebagai simpul utama jaringan logistik nasional. Pelindo ingin memastikan setiap perubahan yang dilakukan di pelabuhan mampu memberikan kemudahan operasional dan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan di kawasan timur.

Target dan Tantangan Implementasi

Pelindo menargetkan PINP berjalan tahun ini. Namun, keberhasilan program ini tidak bisa dicapai sendiri. Farid menekankan komitmen bersama antara Pelindo, perusahaan pelayaran, dan pemilik barang menjadi syarat mutlak. Karena itu, rangkaian roadshow dan diskusi langsung dengan pemangku kepentingan terus digelar di berbagai wilayah sebagai bagian dari tahapan implementasi.

Jika berjalan mulus, dampaknya akan terasa langsung pada biaya logistik nasional. Konektivitas antarpelabuhan menguat, utilisasi terminal meningkat, dan pada akhirnya harga barang antarpulau bisa lebih kompetitif. Pertanyaannya sekarang, seberapa cepat para pemain industri siap beradaptasi dengan skema baru ini.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top