BANDAR LAMPUNG — Gerak harga beras di pasar tradisional Lampung cenderung datar sepanjang tahun terakhir. Data PIHPS yang dipantau melalui dashboard resmi bi.go.id/hargapangan pada pukul 07.44 WIB menempatkan harga beras kualitas medium di kisaran Rp15,5 ribu per kilogram, sama dengan perdagangan kemarin.
Meski stabil harian, tekanan inflasi pangan masih terasa jika dibandingkan periode lebih panjang. Dalam sepekan terakhir, harga beras tercatat naik Rp100 per kilogram dari posisi Rp15,4 ribu. Adapun jika dibandingkan 90 hari lalu, harga komoditas ini sudah menguat 4,38 persen dari level Rp14,85 ribu per kilogram.
Lain halnya dengan beras, sejumlah komoditas sayuran justru menunjukkan tren penurunan harga yang signifikan. Berdasarkan data PIHPS, bawang merah ukuran sedang tercatat turun 23,35 persen dalam sebulan terakhir menjadi Rp33,15 ribu per kilogram. Penurunan serupa juga terjadi pada cabai rawit merah yang kini berada di level Rp46,9 ribu per kilogram, atau melemah 14,73 persen dibandingkan 30 hari lalu.
Penurunan harga ini menjadi kabar baik bagi konsumen rumah tangga yang selama ini terbebani fluktuasi harga bumbu dapur. Namun, di sisi lain, harga daging ayam ras segar justru melonjak 13,83 persen secara bulanan menjadi Rp37,85 ribu per kilogram.
Secara keseluruhan, pergerakan harga sembilan bahan pokok di Lampung pada hari ini terbilang dinamis. PIHPS mencatat sebanyak 17 komoditas mengalami kenaikan harga, sementara 9 komoditas lainnya terkoreksi turun.
Beberapa komoditas yang masih mencatatkan kenaikan harga cukup dalam antara lain cabai rawit hijau yang naik 14,15 persen menjadi Rp55,25 ribu per kilogram, serta daging sapi kualitas 2 yang menguat 4,25 persen ke level Rp137,5 ribu per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng curah tercatat stabil di Rp21,7 ribu per kilogram dengan kenaikan tipis 0,7 persen secara bulanan.
Untuk komoditas lain yang harganya cenderung bertahan, gula pasir lokal masih dipatok Rp18,45 ribu per kilogram dan cabai merah di pasar tradisional tidak berubah di angka Rp41,4 ribu per kilogram. Data ini menjadi acuan penting bagi Pemerintah Provinsi Lampung untuk memantau stabilitas pasokan pangan menjelang periode panen berikutnya.