LAMPUNG SELATAN — Ribuan ASN, tenaga pendidik, dan mahasiswa di Kabupaten Lampung Selatan kini dihadapkan pada arahan baru: berdamai dengan teknologi kecerdasan buatan. Bupati Lamsel Radityo Egi Pratama secara resmi mendorong seluruh elemen tersebut menjadikan AI sebagai alat bantu kerja, bukan sesuatu yang perlu ditakuti.
Instruksi itu mengemuka dalam Workshop Future Readiness in Education: Be Ready Today, Lead Tomorrow yang digelar di Aula Kebangsaan UIM, Kecamatan Penengahan. Kegiatan ini menjadi yang pertama di Lampung Selatan dengan menghadirkan pembicara internasional, Assoc. Prof. David Ng Foo Seong dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura.
"Saya percaya AI tidak dapat menggantikan manusia. Tetapi manusia yang tidak memanfaatkan AI berpotensi tergantikan," kata Radityo di Kalianda.
Menurut dia, perkembangan AI telah mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, dunia kerja, hingga proses pengambilan keputusan. Karena itu, kemampuan beradaptasi saja tidak lagi cukup—generasi muda harus berani melahirkan inovasi dan solusi atas tantangan yang terus berkembang.
Sebagai bentuk komitmen transformasi digital, orang nomor satu di Lamsel itu telah memerintahkan jajaran ASN memanfaatkan AI untuk mendukung pelaksanaan tugas. Langkah ini dinilai strategis untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Meski mendorong adopsi teknologi, Radityo mengingatkan bahwa AI hanya alat bantu. "Masa depan akan dimenangkan oleh mereka yang mampu berjalan beriringan dengan perkembangan zaman. AI dapat membantu kita menemukan berbagai jawaban, namun kreativitas, empati, dan kepemimpinan tetap menjadi kekuatan utama manusia," ujarnya.
Pemkab Lampung Selatan berharap kegiatan ini menjadi awal penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lain. Targetnya, tercipta ekosistem pendidikan yang adaptif dan mampu mencetak SDM unggul yang siap bersaing di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.