Pemprov Lampung Targetkan Kemantapan Jalan Capai 85 Persen pada Akhir 2026, Anggaran Rp 1,25 Triliun Disiapkan

Penulis: Ferdian Syah  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 10:09:32 WIB
Kepala Dinas BMBK Lampung menargetkan kemantapan jalan provinsi mencapai 84,9 persen pada akhir 2025.

BANDARLAMPUNG — Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung mencatat belanja infrastruktur jalan tahun ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pemprov. Kepala Dinas BMBK Lampung, Taufiqullah, menargetkan perbaikan signifikan bisa dirasakan warga dalam waktu dekat.

“Insya Allah target kami pada akhir tahun ini bisa mencapai 84,9 persen atau sekitar 85 persen,” ujar Taufiqullah di Bandarlampung, Rabu.

Lampung Pintu Gerbang, Beban Jalan Kian Berat

Lonjakan target ini tak lepas dari posisi strategis Lampung sebagai pintu gerbang utama Pulau Sumatera. Seluruh mobilitas darat dari Aceh hingga Lampung dipastikan melintasi provinsi ini, menopang beban lalu lintas yang tinggi.

Selain jalan provinsi, Lampung juga ditopang jaringan jalan nasional sepanjang kurang lebih 1.200 kilometer yang membentang di lintas tengah, timur, dan barat. Keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 252 kilometer turut menjadi penopang utama, satu-satunya ruas tol di Sumatera yang tersambung penuh dari ujung ke ujung.

Dana Bantuan Pusat untuk Jalan Rusak Berat

Taufiqullah mengapresiasi dukungan Pemerintah Pusat dalam menangani ruas jalan rusak berat. Salah satunya, kucuran dana bantuan Rp 400 miliar dari Presiden Joko Widodo usai kunjungannya pada 2023 lalu.

Anggaran tersebut direalisasikan untuk penanganan rigid beton di sejumlah titik prioritas, termasuk kawasan Kota Baru dan sekitarnya. Dengan pengerjaan yang berjalan masif, titik-titik jalan rusak diharapkan teratasi secara bertahap.

Kereta Api Jadi Alternatif Angkut Barang Berat

Di tengah upaya mengejar target kemantapan jalan, Taufiqullah juga menyoroti perlunya efisiensi angkutan barang. Menurutnya, moda kereta api jauh lebih menguntungkan untuk beban berat ketimbang membebankan seluruhnya ke jalan raya.

Perhitungan rasio biaya dan manfaat (cost-benefit ratio) menunjukkan penggunaan kereta api dapat menekan tingginya biaya pemeliharaan jalan. Langkah ini dinilai penting menjaga umur pakai infrastruktur jalan yang baru diperbaiki.

Dengan besarnya dukungan anggaran serta pengerjaan yang terus berjalan, optimisme mewujudkan target kemantapan jalan pada akhir 2026 pun semakin terbuka lebar.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top