BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menyerahkan bantuan 20 unit kaki palsu kepada penyandang disabilitas di wilayahnya, Kamis (13/2). Para penerima manfaat terdiri dari 13 laki-laki dan tujuh perempuan yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Lampung.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari, mengatakan bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan hak yang sama bagi penyandang disabilitas.
"Pemberian bantuan ini merupakan bentuk dukungan dan perhatian Pemerintah Provinsi Lampung agar semua penyandang disabilitas memperoleh hak yang sama untuk dapat beraktivitas serta menjalani kehidupan dengan lebih mandiri," ujarnya di Bandarlampung, Kamis.
Purnama menegaskan kaki palsu yang disalurkan tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu mobilitas. Lebih dari itu, bantuan ini diharapkan mampu menghadirkan harapan baru bagi penerima untuk kembali bekerja, bersosialisasi, dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih percaya diri.
Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan memberikan kontribusi bagi masyarakat, termasuk mereka yang menyandang disabilitas.
Pemberian bantuan ini menjadi perhatian khusus karena dilakukan di tengah kondisi fiskal daerah yang masih menghadapi berbagai tantangan. Meski demikian, Gubernur Lampung tetap menempatkan pemenuhan kebutuhan penyandang disabilitas sebagai salah satu prioritas pemerintah daerah.
"Ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Provinsi Lampung dalam memastikan penyandang disabilitas memperoleh hak yang sama untuk hidup mandiri, produktif, dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat," kata Purnama.
Pemerintah Provinsi Lampung berencana melanjutkan program pelayanan inklusif ini dengan penyediaan berbagai alat bantu lainnya. Beberapa di antaranya yang telah direncanakan antara lain kursi roda, alat bantu dengar, tangan palsu, serta berbagai alat bantu lain sesuai kebutuhan penyandang disabilitas.
Melalui program ini, Pemprov Lampung berharap penyandang disabilitas memperoleh akses yang setara terhadap pelayanan sosial sebagai bagian dari pembangunan yang inklusif. Target akhirnya adalah terciptanya kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera bagi seluruh penyandang disabilitas di Bumi Ruwa Jurai.