Mbah Suminem, Nenek 70 Tahun di Lampung Utara, Setahun Menanti Janji Kades untuk Toilet yang Tak Kunjung Terwujud

Penulis: Ferdian Syah  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 20:32:31 WIB
Material bangunan untuk jamban Mbah Suminem di Lampung Utara mengering setelah setahun menunggu janji Kepala Desa Bindu yang tak kunjung terealisasi.

KOTABUMI — Janji Kepala Desa Bindu untuk memasang jamban bagi Mbah Suminem, nenek renta yang hidup sebatang kara, ternyata hanya tinggal janji. Material bangunan yang dibelikan dari hasil donasi warga dan polisi kini sudah mengering tanpa pernah terpasang.

Material Sudah Dibeli, Janji Kades Tak Kunjung Terealisasi

Kasubsektor Abung Kunang, Aiptu Husni Tamrin, mengungkapkan bahwa dirinya bersama Tim Lokmin Kecamatan Abung Kunang sudah mengumpulkan dana dari open donasi setahun lalu. Bantuan berupa kloset, semen, pasir, besi, dan pipa telah diserahkan langsung kepada Mbah Suminem pada 27 September 2025.

"Saat itu Kepala Desa Bindu berjanji akan membantu pembuatan jambannya. Ternyata sampai sekarang semen mengering, jamban tidak dibuat. Dimana letak rasa empatinya seorang kades, sudah berjanji tapi tidak ada pelaksanaannya?" ujar Aiptu Husni, Rabu (29/7/26).

Bukan Hanya Janji Kades, Dinas Sosial Juga Dikritik

Ironisnya, bukan hanya janji kepala desa yang tak ditepati. Aiptu Husni juga mengaku dibohongi oleh Dinas Sosial Lampung Utara. Beberapa hari lalu, ia dihubungi via WhatsApp oleh pihak dinas untuk mendampingi Kepala Dinas Sosial, Imam Hanafi, berkunjung ke kediaman Mbah Suminem. Namun, setelah menunggu seharian, ia tidak dihubungi sama sekali.

"Ternyata mereka jalan sendiri kesana memberikan paket sembako dan uang santunan. Saya merasa dibohongi, mengapa mereka menghubungi saya kalau memang mau jalan sendiri?" keluh Husni.

Potret Kemiskinan Ekstrem yang Tak Tersentuh Program Pemerintah

Kondisi Mbah Suminem menjadi bukti nyata bahwa program pengentasan kemiskinan yang digaungkan pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten masih sebatas seremonial. Di tengah gencarnya bantuan sosial, nenek 70 tahun ini harus bertahan di rumah tak layak huni tanpa akses sanitasi dasar.

Kasus ini viral di media sosial, membuka mata publik bahwa masih banyak warga di bawah garis kemiskinan yang membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar janji atau kunjungan dadakan. Aiptu Husni bersama warga justru menjadi pihak pertama yang bergerak setahun lalu melalui swadaya, sementara pemerintah desa dan dinas terkait baru bereaksi setelah viral.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: analisis.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top