TNWK di Lampung Timur Kini Punya Menara Pandang 53 Meter dan Pagar Listrik 23 Km untuk Atasi Konflik Gajah

Penulis: Ferdian Syah  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:16:31 WIB

LAMPUNG TIMUR — Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK telah membangun tanggul matras beton sepanjang 57,3 kilometer dan pagar listrik sepanjang 23,3 kilometer. Pembatas sepanjang total 138 kilometer ini dirancang dengan metode konstruksi yang disesuaikan kondisi tanah di lapangan, baik rawa maupun lahan kering.

Brigjen TNI Sriyanto selaku Ketua Komite Gabungan menjelaskan bahwa gajah sumatra termasuk hewan cerdas yang bisa mendeteksi kelemahan pagar. Karena itu selain pembatas fisik, tim menerapkan sistem multi-layer defense yang mengandalkan patroli manusia di garis batas. “Gajah itu hewan yang sangat cerdas. Selain pembatas fisik, kami menerapkan beberapa bentuk pengamanan lain yang kami sebut multi-layer defense,” kata Sriyanto dalam diskusi di Aula Balai TNWK.

Menara Pandang 53 Meter Jadi Ikon Baru

Salah satu fasilitas paling menonjol adalah menara pandang setinggi 53 meter yang diproyeksikan menjadi ikon baru TNWK. Menara ini dirancang inklusif untuk lansia dan penyandang disabilitas. “Di sana nantinya seluruh informasi terkait taman nasional akan tersaji lengkap,” ujar Sriyanto.

Komite Gabungan juga membangun 46 kandang gajah baru, jembatan, embung, dan skywalk untuk kenyamanan pengunjung dan pengelola. Fasilitas ini bagian dari revitalisasi yang mengusung konsep “bahagia bersama” — warga sekitar diharapkan merasakan langsung manfaat keberadaan taman nasional.

Filosofi Baru: TNWK Milik Masyarakat Lampung

Kepala Balai TNWK MHD. Zaidi menegaskan bahwa transformasi fisik dibarengi perubahan pendekatan emosional. “Konsep yang kami bangun di taman nasional ini adalah ‘bahagia bersama’. Semua orang diharapkan bisa merasa senang dan merasakan langsung manfaat keberadaannya,” kata Zaidi.

Brigjen Sriyanto menambahkan bahwa tagline “TNWK Adalah Kita” sengaja dipilih untuk merangkul seluruh warga Lampung. Sejak awal, kawasan konservasi dan masyarakat seakan-akan terpisah. Kini dengan wajah baru, taman nasional dibuka lebih lebar untuk publik.

Target Satu Juta Wisatawan & Pelatihan Pawang ke Thailand

Marsda TNI Dedi Saprudin Samsudin menyebut seluruh pekerjaan di TNWK adalah misi mulia demi masa depan generasi mendatang. “Jangan sampai anak cucu kita tidak pernah bisa melihat gajah secara langsung, lalu hanya membayangkannya lewat persepsi masing-masing, seperti kita membayangkan dinosaurus karena tidak pernah melihatnya,” tegasnya.

Ia mengingatkan Komite Gabungan agar menjaga kualitas pekerjaan dan menerapkan tata kelola anggaran transparan. “Komite Gabungan adalah pelaksana tugas yang suci dan mulia ini, sedangkan kami hadir sebagai jembatan untuk menjalankan arahan Bapak Presiden,” lanjut Dedi.

Komite Gabungan juga tengah mempersiapkan pengiriman 11 pawang dan dokter hewan ke Thailand untuk mempelajari teknik penanganan gajah tanpa rantai. Target jangka panjang, TNWK mampu menarik hingga satu juta wisatawan per tahun. Namun, cuaca ekstrem dan banjir di wilayah utara masih menjadi tantangan lapangan yang menghambat pekerjaan.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: sumaterapost.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top