MESUJI — Dua sub branch unit (SBU) Bank Lampung di Mesuji menjadi lokasi penyaluran kredit alsintan tersebut. SBU Simpang Pematang mengucurkan Rp 512 juta, sementara SBU Rawajitu Selatan menyalurkan Rp 562 juta. Total pembiayaan yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana mengatakan, penyaluran kredit ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam mendorong perekonomian masyarakat. Ia berharap para pelaku usaha pertanian bisa memperluas dan mengembangkan usahanya ke depan.
“Penyaluran kredit hari ini merupakan salah satu wujud komitmen Bank Lampung dalam mendorong perekonomian masyarakat, terutama para pelaku usaha, sehingga ke depan mereka dapat memperluas dan mengembangkan usahanya,” kata Indra dalam keterangan yang diterima, Rabu.
Dalam kunjungan yang sama, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Bupati Mesuji Elfianah Khamami melepas 33 ribu bibit ikan di kawasan Jembatan Pasar KTM, Kecamatan Mesuji Timur. Sebanyak 20 ribu bibit berasal dari Pemerintah Provinsi Lampung, dan 13 ribu sisanya dari Pemerintah Kabupaten Mesuji.
Rahmat menyebut program restocking itu bertujuan mengembalikan fungsi perairan umum sebagai penyangga ketahanan pangan masyarakat. Selain itu, Pemprov Lampung juga memperkenalkan teknologi bed dryer yang akan diterapkan di 500 desa. Alat ini diharapkan membantu petani mengatasi persoalan pengeringan gabah yang kerap mempengaruhi harga jual hasil panen.
Rombongan gubernur juga meninjau pembuatan pupuk hayati cair dan simulasi penyemprotan lahan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone di Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur. Langkah ini menjadi bagian dari upaya modernisasi alat produksi di pedesaan melalui skema Kredit Usaha Alsintan yang melibatkan Bank Lampung.
Pemerintah berharap akses pembiayaan yang diperluas bisa mendorong petani beralih ke teknologi pertanian yang lebih efisien. Program Desaku Maju sendiri menjadi payung bagi berbagai intervensi pembangunan di tingkat desa, mulai dari sektor pangan hingga permodalan usaha.